Intrik Perselingkuhan

Karakter:
- Ichwan (suami)
- Ratna (istri Ichwan)
- Zainab (pelakor)
- Dian (sahabat Ratna)
- Ahmad (sahabat Ichwan)

(Pembukaan panggung menunjukkan rumah Ichwan dan Ratna. Ichwan dan Ratna duduk di meja makan.)

Ratna: (menatap Ichwan dengan perasaan cemas) Ichwan, apakah kita bisa bicara sebentar?

Ichwan: Tentu, apa yang ingin kau bicarakan, sayang?

Ratna: (berdebar) Aku... aku merasa ada yang tidak beres belakangan ini. Kau terlihat jauh, dan aku merasa kau semakin menjauh dari kami, dari keluarga.

Ichwan: (terkejut) Maafkan aku jika terlihat seperti itu. Aku memang punya banyak beban pekerjaan belakangan ini. Aku janji akan lebih memperhatikan keluarga.

Ratna: (merasa sedikit lega) Terima kasih, Ichwan. Aku hanya khawatir kau berpaling dariku.

(Ichwan dan Ratna berpelukan. Tiba-tiba, pintu terbuka dan Zainab masuk.)

Zainab: (dengan senyum memikat) Maaf, apakah ini rumah Ichwan? Aku mencari alamat teman kami.

Ichwan: (mengernyitkan dahi) Ya, ini rumahku. Ada yang bisa aku bantu?

Zainab: (memperkenalkan diri) Aku Zainab. Aku teman dari kantor. Mungkin kau mengenal Ratna?

Ratna: (memperkenalkan diri dengan hati-hati) Ya, aku Ratna. Senang bertemu denganmu, Zainab.

(Zainab duduk di samping Ichwan dengan cara yang berlebihan.)

Zainab: (menatap Ichwan dengan tatapan menggoda) Aku mendengar banyak tentangmu, Ichwan. Kau tidak seindah yang aku bayangkan.

Ratna: (mulai merasa tidak nyaman) Ichwan, kita harus pergi ke kantor sekarang. Ahmad menunggu kita.

Ichwan: (menyadari situasi) Oh ya, tentu. Zainab, mungkin lain kali kita bisa bicara lebih lama.

(Zainab mengangguk dengan senyum misterius. Ichwan dan Ratna pergi.)

(Zainab tersenyum licik.)

(Scena berikutnya menunjukkan Ratna dan Dian sedang minum kopi di kafe.)

Dian: Ada yang tidak beres dengan Zainab, Ratna. Aku melihat caranya memperlakukan Ichwan tadi. Rasanya tidak sopan.

Ratna: Aku juga merasa begitu. Tapi, aku tidak tahu apa yang harus kulakukan. Aku khawatir Ichwan...

Dian: (memotong) Jangan khawatir, Ratna. Aku akan mencari tahu lebih banyak tentang Zainab. Kita harus tahu apa yang dia rencanakan.

(Scena berikutnya menunjukkan Ichwan dan Ahmad di kantor.)

Ahmad: Apa kau yakin, Ichwan? Tentang Zainab?

Ichwan: Aku tidak tahu. Rasanya tidak enak, tapi aku tidak bisa memberikan bukti apa pun pada Ratna. Aku merasa terjebak.

Ahmad: Kita harus berhati-hati. Kita tidak bisa membuat kesimpulan gegabah.

(Scena terakhir menunjukkan Ratna dan Dian menyusun rencana.)

Ratna: Aku tahu apa yang harus kita lakukan sekarang.

Dian: Apa itu?

Ratna: Kita harus menyelidiki lebih dalam tentang Zainab. Kita harus tahu apa rencananya.

Dian: Kau yakin?

Ratna: Aku tidak akan membiarkan hubunganku dengan Ichwan hancur begitu saja.

(Dengan tekad, Ratna dan Dian merencanakan langkah selanjutnya.)

(Panggung gelap.)

(Penutup panggung.)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kilau Senja di Hatiku

Warung "Sakti Jaya" : Rahasia Jimat Pelarisan

Menghargai Perjuangan Pekerja: Refleksi Hari Buruh